ABOUT ISLAM

MUSLIMAH

FILM ISLAMI


Oleh : Pipit Tika Mulia (ilmu politik 2017)

Ku Tanya Diriku, Kenapa?

Kepada hati yang dulunya mati
Kepada jiwa yang dulunya semu.
Tak terbilang kisah kita lalui bersama.
Berjalan bersama,gembira bersama,dan sedih bersama.
Kita memainkan peran dengan segala peran yang ada,antagonis,protagonis,bahkan peran yang menjadi penengah diantara keduanya.
Lantas,kini apa yang membuatmu berbeda?
Kenapa sekarang kau bersikap seperti bak orang baik kepada semua orang?
Kenapa sekarang kau hanya mengambil satu peran?
Kenapa sekarang hidupmu kadang menjadi bahan candaan, dan kau bersikap biasa saja?
Dulu,di sepanjang jalan dirimu hanya diam, fokus pada dirimu, pada ambisimu,pada impianmu dan hanya pada orang-orang terkasihmu.
Tanpa senyuman, tanpa gurauan.
Dipegang kau tidak mau, disentuh kau merasa risih. Kau mengatakan itu terlalu berlebihan.
Sekarang, orang bersandar dibahumu kau menyambutnya dengan senyuman. Seseorang bersikap manis padamu kau balas dengan kehangatan.
Bukan lagi dengan tatapan yang mengelikan. Bahkan kau merasa senang. Menganggap dirimu, seseorang yang membawa kenyamanan.
Huh, sepercaya diri itu dirimu sekarang.
Kini,aku bertanya. Kenapa kau bisa berubah?
Kenapa kau lebih peka, kau lebih sering tersenyum dan kau lebih banyak mengalah?
Apa yang sudah membuat dirimu berubah?



Kau Telah Mengenal Tuhanmu,itulah Jawabannya

Entalah!
Aku juga tidak tau jawabannya apa.
Sudahlah, jangan bertanya lagi.
Seharusnya kau senang sedang melakoni peran ini.
Berarti kau murni tidak mempunyai hati yang mati.
Dan kau berani melangkah, meninggalkan sifat burukmu.
Apakah kau tidak mau hidup dengan pengorbanan?
Hidup dengan kebermanfaatan?
Tersenyum dan merasa bahagia bila kau dapat membantu orang yang kesusahan.
Menghibur orang yang merasakan kesedihan?
Apakah kau tidak mau?
Tahukah kamu, wahai diriku?
Dunia ini tidak akan berjalan damai, tidak akan mengalami kemajuan seperti ini,jika semuanya diisi oleh orang-orang egois, seperti dirimu dulu.
Taukah kamu? Jika tidak ada orang-orang yang peka dan peduli mungkin tidak akan ada kemudahan dalam hidup seperti yang kau rasakan sekarang.
Jika saja dulu Muhammad, tidak mau mengorbankan dirinya dalam cacian, makian dan penuh kesabaran.
Apakah kau bisa merasakan kenikmatan menghirup udara sebagai seorang muslim seperti sekarang?
Jika saja Ibnu Sina tidak belajar dengan keras dan penuh pengorbanan, mungkin tidak akan ada buku rujukan di bidang kedokteran.
Kalau saja para penemu-penemu tersebut tidak peduli, mungkin orang-orang di bumi ini menjalankan hari- hari dengan penuh kesulitan.
Dan kau masih bertanya kenapa kau berubah? Kenapa kau harus baik?
Wahai diriku
Kesadaran hati lah jawabannya. Kau berubah karena kau telah mengenal dirimu, dan kau telah mengenal Tuhanmu.

No comments:

Post a Comment

BUDAYAKANLAH UNTUK MENULIS KOMENTAR