ABOUT ISLAM

MUSLIMAH

FILM ISLAMI



Bismillahhirrahmanirrahim...
1. Pasca 911 M, islam mendapat serangan bertubi2. Berbagai media menyoroti kaum Muslim di Barat. Identitas kita kembali dipertanyakan & posisi mengalami redefinisi. (artinya, Barat ingin menggeser definisi “Muslim” sesungguhnya melalui media.)

2. Sentimen anti –Muslim merebak di seluruh Eropa. Kemudian adanya pengintegrasian perihal kedudukan kaum Muslim ke masyarakat Barat.(woow! Barat ingin adanya slogan baru, yaitu “Muslim Eropa”.)

3. Pernyataan politisi yang mempresentasikan agenda pemerintahannya : Peter Hain, mantan Menteri Inggris untuk Eropa mengatakan, “kita harus berupaya lebih keras guna mengintegrasikan, terutama, kaum Muslim ke dalam masyarakat kita”. Kemudian Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw “ketika Muslim Inggris dan sesama Muslim di negara Eropa lain semakin terintegrasi ke dalam struktur demokrasi kita, maka suatu saat kita akan melihat lahirnya Islam Eropa yang khas”. (Prospect magazine, Oktober 2002) (nah! Sekarang terbuktikan! Mereka menginginkan “Muslim bergaya Eropa”.)
4. Barat melancarkan perangnya terhadap Islam (lebih dikenal dengan sebutan “perang melawan terorisme”). (tapi ternyata yang terorisme itu bukan Islam, melainkan ..... #teeet#)

5. Banyaknya komentar tentang Burka (Afghan Burka, pakaian Muslimah khas Afganistan yang terdiri atas jilbab-kerudung-cadar) yang merupakan simbol keinferioran (rasa rendah diri) Muslimah dimasyarakat. Barat berkoar tentang slogan “unveiling of Afghanistan” (secara harfiah : membuka tabir yang menutupi Afghanistan). (waduhh.. membuka aib sendiri aja dosa, apalagi buka aib orang lain .. :D)

6. Melalui kampanye terbuka, misalnya Ibu Negara AS Laura Bush & Istri Perdana Menteri Inggris Cherie Blair yang berkomentar secara terbuka di konferensi pers mengatakan, “saya pikir tak ada yang mengalahkan Burka sebagai simbol penindasan terhadap perempuan”. Kemudian mantan kandidat Presiden Perancis Jean-Marie Le Pen juga berkomentar tentang penggunaan Khimar & Jilbab: “Itu bagus, melindungi kita dari perempuan jelek”. (wuuiizz,, dalem banget yaa komentarnya,, kaya pisau yang diasah pake arang .. #lho?)

7. Lalu hujatan terhadap pakaian khas Muslimah, dilakukan oleh jurnalis terkemuka di Barat, Polly Toynbee yang menulisBehind the Burka pada surat kabar The Guardian : “Burka yang memanjang dari ujung rambut hingga ujung kaki, dengan potongannya yang merepotkan dan membuat pengap, adalah lebih dari sekedar instrumen penyiksaan. Burka menutupi dan menyelubungi daya tarik seksual perempuan. Burka mengubah setiap perempuan menjadi objek kekotoran yang terlalu nista untuk dilihat. Burka adalah pakain bernuansa seksual yang mengerikan.. burka mengubah perempuan menjadi makhluk yang sangat diliputi ketakutan, yang menuntut dan menantikan kejahatan dan pengorbanan.. versi burka yang lebih moderat juga memiliki efek yang sama, malah menginspirasi pikiran-pikiran cabul yang katanya justru ingin dihilangkannya” (nah ini nih yang namanya provokatorrr.. mas mas belum bisa bedain yang baek sm yang buruk ya ?? ckckck)
8. KARENA KUATNYA NILAI-NILAI YANG DIANUT PARA MUSLIMAH DI BARAT, PIHAK BARAT BERUPAYA KERAS UNTUK MENGABURKAN PEMAHAMAN TENTANG PAKAIAN MUSLIMAH MELALUI PROPAGANDA MEDIA.
9. pada Oktober 2002, BBC melaporkan kisah tentang Afghanistan berjudul “Afghan Lipstick Liberation”. Laporan itu membahas tentang proyek yang baru berjalan & di DANAi oleh AS, yaitu pendidikan SEKOLAH KECANTIKAN ala BARAT bagi kaum perempuan Afghanistan. Sekolah ini dibangun di Kabul, di dalam kawasan kantor Departemen Urusan Perempuan Afghanistan & selesai pada Januari 2003. Tujuan sekolah ini untuk melatih perempuan Afghanistan. (memotong rambut, bisnis kecantikan “make up” yang disumbangkan dari perusahaan kosmetik terkenal, seperti Revlon & MAC.) pastinya tujuan yang paling penting itu adalah untuk mempengaruhi kaum Afghan agar punya keinginan untuk meniru penampilan para perempuan di Barat. (na’udzubillahi min dzalik!! :( )
10. Bukan hanya kecantikkan saja lho. Tapi fashion juga ! masih dari BBC, kali ini dokumenternya pada Desember 2002 berjudul “Faith in Fashion”. Khusus membahas bagaimana seorang perempuan bisa menjadi Muslimah sekaligus bagian dari Lingkaran Fesyen seperti masyarakat Barat & memiliki keinginan untuk mengadopsi gaya pakaian Barat yang sudah “DIISLAMKAN”- bagaimanapun itu bentuknya !!(na’udzubillahi min dzalik! :( )

11. Karena itu, saat ini yang menjadi fokus perhatian Barat ialah mendiskreditkan dan membuat batasan baru tentang pakaian Muslimah, serta penguatan konsep Barat tentang cara menetapkan apa yang benar & apa yang salah.

12. Dihadapkan pada serangan yang bertubi-tubi diatas, Muslimah negara-negara Barat dipaksa memilih satu dari 3 opsi, yaitu : menjadi liberalis, menjadi tradisionalis, atau menjadi orang yang menyesuaikan Islam agar sesuai dengan nilai-nilai liberal. (wew?? Sebagai Muslimah mesti punya 3 pilihan ?? yang bener aja neeh ?? -.-“)
13. Tipe pertama, Muslimah yang menganut nilai-nilai liberal akan melihat peran Muslimah setara dengan peran laki-laki, karena terpengaruh ide kesetaraan gender.

14. Tipe kedua, Muslimah yang menganut nilai-nilai tradisional dari budaya Asia atau Arab akan memandang Muslimah sebagai tahanan dirumah sendiri, yang biasanya hanya tunduk patuh pada perintah suami.
15. Tipe ketiga, Muslimah yang memodifikasi Islam agar sesuai dengan nilai-nilai Liberal. Nah, disini bisa terjebak pada ide bahwa kedua budaya itu (Islam & Barat) bisa disatukan. Pandangan ini jelas berupaya memudarkan identitas dan sumber rujukan Muslimah (Al Qur’an & As Sunah) & mengubah makhluk yang kerjanya hanya mengundang kemurkaan al Khaliq, Allah ‘Azza wa Jalla. (astaghfirullah ... )

16. Dengan adanya serangan gencar dari Barat, kaum Muslimah yang telah menjadi korban konsep kebebasan Individu Barat akan meniru gaya berpakaian ala Barat. Sudah bukan barang aneh lagi, apabila kita melihat gadis-gadis Muslimah yang menjalani kehidupan ganda. Di depan orang tua & di rumah, mereka menjalani hidup yang sesuai dengan tuntutan budayanya, tapi giliran di sekolah, kampus atau tempat kerja, mereka menanggalkan identitas khasnya dan mengasosiasikan dirinya dengan konsep ala Barat. Apakah mereka ini korban ?? OF COURSE !! pastinya.. (dulunya tabu,, sekarang? beugh ! tabutabutabutabuta... :p)

17. Muslimah yang sudah “ter-baratkan” tidak akan merasa berdosa dengan tidak menggunakan khimar & jilbab. Justru mereka malah menganggap kedua hal tersebut menghambat kehidupannya & prospek karirnya di masa depan. Entah itu profesi sebagai pengacara, dokter, ilmuwan, atau bahkan sekretaris. Mereka merasa harus berpenampilan seperti “office tart look” (pelacur kantoran) atau “citra wanita muda profesional”, karena didalam benak mereka mengenakan pakaian islami membuatnya tidak bisa “fit in” (menyesuaikan diri dengan lingkungan). (yaaa.. karena aku kan seorang wanita karir,, jadi mesti terlihat waaaaw donk ! #ati2 dicap gila :D )
18. Sekarang ini lumrah juga bagi Muslimah pengejar karir untuk menunda pernikahan, karena pernikahan dianggap sebagai penghambat cita-cita & masa depan. Pandangan mereka tentang kedudukan ibu & isteri juga dipengaruhi perspektif Barat. Muslimah tersebut dipaksa untuk mengkompromikan nilai-nilai Islami seperti kebersahajaan, kesucian & rasa malu, demi meraih nilai-nilai khas Barat, yaitu ketidaksenonohan, kesia-siaan & kecabulan. ( hhufh ! Barat Timur, Utara Selatan .. )

19. Padahal Allah SWT sudah mengingatkan kaum Muslim akan bahaya mengikuti orang-orang kafir, dalam Surah Ali Imran ayat 100 yang berbunyi “Hai orang-orang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang di beri Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.”
20. Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan adalah aurat”. Beliau juga pernah berkata kepada Asma binti Abu Bakar ra, “Wahai Asma, tatkala seorang gadis sudah mencapai usia puber, tidak ada yang boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini”,sambil menunjuk wajah dan tangan. Ini merupakan dalil yang jelas & eksplisit bahwa bahwa perempuan diwajibkan menutupi auratnya, yaitu keseluruhan tubuhnya terkecuali wajah & tangannya.

21. Dalam kehidupan publik, Allah SWT mewajibkan perempuan mengenakan jilbab yang menutupi pakaian (rumahnya) menjuntai kebawah hingga menutupi kakinya. Seorang perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa mengenakan jilbab. Jika ia pergi tanpa jilbab menutupi pakaian rumahnya, ia dianggap berdosa, karena telah melanggar kewajiban yang ditetapkan oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat an-Nur ayat 31, “dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka.”

22. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 59, “hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”

23. Di dalam kehidupan privatnya, seorang Muslimah dibolehkan menampakkan perhiasannya kepada suaminya. Suami adalah orang yang berhak melihat isterinya dan menikmati kecantikan sang isteri, sednagkan lelaki asing tidak berhak. Seorang Muslimah juga boleh memperlihatkan perhiasannya dan mengenakan pakaian rumah dalam batas-batas yang diperbolehkan syariat di hadapan laki-laki yang menjadi mahramnya. Inilah panduan berpakaian ala Islam & inilah hukum Allah SWT yang tidak membutuhkan jastifikasi di hadapan serangan intelektual Barat. ( Indahnya Islam .. :)

24. Adalah suatu kehormatan bagi seorang Muslimah untuk menaati ketentuan Sang Pencipta & mengikuti tata cara berpakaian Islami. Tidak boleh mengadopsi gaya berpakaian ala Barat atau Timur dalam kehidupan privat atau publiknya. Yang menjadi teladan kita adalah para shahabiyat, yang ketika dihadapkan pada hukum menutup aurat, mereka serta merta menerapkan perintah Sang Khaliq itu.
(penulis asli : Ruksana Rahman, sedikit edit & tambahan dari Putri Filzaty El Rahman)
sumber buku : Islam & Wanita Dari Rok Mini Hingga Isu Poligami, penerbit Pustaka Tahriqul Izzah.

___________________________________________________________
baca juga artikel :

  1. Siapakah Anda?
  2. Sistem atau Tingkat Kaderisasi
  3. Paradigma Cinta dan Kasih di dalam Kapitalisme
  4. Saat Iblis membentangkan sajadah
  5. Fenomena Facebook (Rugi Jika Tak Baca)
  6. Ukhti fillah, masihkah kau tidak ingin berjilbab?

4 comments:

  1. yah... mereka tidak memiliki rasa malu..

    ReplyDelete
  2. bukan sesuatu yang aneh karena Alloh berfirman:
    "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu (QS. Al Baqarah 120)

    nah mengacu dari ayat diatas, maka hendaknya kita jangan pernah percaya dgn provokasi mereka.

    ReplyDelete
  3. @Andro Bhaskara: ya itulah.. karena mereka menjadikan akal & hawa nafsu manusia sebagai standar untuk menentukan bagaimana manusia menjalani kehidupan. sedangkan jati diri Islam berlandaskan pada keyakinan bahwa Sang Pencipta manusia & alam semesta adalah satu-satunya Zat yang mempunyai kedaulatan & otoritas untuk menentukan bagaimana umat Islam menjalani kehidupannya. (kecantikan antara mitos & realita, hal 38)

    ReplyDelete
  4. @Insan Robbani: ya benar. karena tujuan mereka adalah untuk mempengaruhi kaum Muslim, baik yang di Barat maupun yang di luarnya dengan cara menyatukan kaum Muslim, khususnya Muslimah dengan masyarakat Barat, sehingga kaum Muslimah kehilangan jati diri ke-Islamannya. (Kecantikan antara mitos & realita, hal 36)

    ReplyDelete

BUDAYAKANLAH UNTUK MENULIS KOMENTAR